Justru, rakyat Maluku semakin menderita karena adanya berbagai kebijakan seperti pajak yang berat berupa penyerahan wajib (Verplichte leverantie) dan contingenten serta blokade ekonomi yang mengisolasi rakyat Maluku dari pedagang-pedagang Indonesia lainnya. Pada fase kedua pendudukan Inggris di Maluku pada 1810-1817 harus berakhir pada 1817.
Penelitian terhadap cerita rakyat Maluku menggunakan teori Vladimir Propp pernah dilakukan oleh Hasan (2016). Penelitian tersebut berjudul Penerapan Teori Vladimir Propp pada
Kemudian pada 1522, resmi terjalin suatu hubungan dagang antara Portugis dan Ternate. Namun, hubungan baik di antara kedua pihak tidak berlangsung lama. Konflik yang semakin memanas bahkan memicu rakyat Maluku untuk mengangkat senjata melawan Portugis. Lantas, apa latar belakang terjadinya perlawanan rakyat Maluku terhadap bangsa Portugis?
Minggu, 19 Februari 2017 13:09 WIB. Tanjung Marthafons di Teluk Ambon sisi Poka sebelum Jembatan Merah Putih dibangun (anakku-cintaku-hidupku.blogspot) Ambon, 19/2 (Antara Maluku) - Sejarawan Simon Maelissa meluruskan kisah Tanjung Marthafons, yang populer di tengah masyarakat Maluku sebagai legenda percintaan hingga cerita bunuh diri kapten
Sumber Kompas.com. KOMPAS.com - Sultan Khairun atau Sultan Hairun adalah penguasa Kerajaan Ternate ke-23, yang berkuasa antara 1534-1570. Di masa pemerintahannya, rakyat Maluku mulai memberikan perlawanan terhadap Portugis. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis dipelopori oleh Sultan Hairun, namun mengalami kegagalan setelah ia ditangkap
Rm9BSCN.
cerita rakyat maluku tenggara